Medco Power Indonesia berpartisipasi dalam rangkaian Singapore International Energy Week (SIEW) 2025 yang digelar di Singapura. Salah satu agenda yang diikuti adalah Asia Gas Market Conference yang diselenggarakan oleh S&P Global pada 28–29 Oktober 2025 dengan tema “The Future of Gas-Fired Power in Asia’s Decarbonization.”
Bapak Femi Sastrena, Director Chief Commercial & Business Development Officer Medco Power menjadi salah satu panelis bersama sejumlah panelis terkemuka, antara lain Chris Starling dare JERA Asia, Vickrem Vijayan dari Sembcorp, Kelvin Wong dari DBS Bank.
Bapak Femi menyampaikan bahwa Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru dari Pemerintah Indonesia menargetkan penambahan pembangkit gas sebesar 10 GW, atau sekitar 15% dari total rencana penambahan pembangkit dalam 10 tahun ke depan. Menariknya, dalam lima tahun pertama, kebutuhan tersebut meningkat hingga 30%, menjadikan pembangkit gas sebagai kontributor terbesar dibandingkan jenis pembangkit lainnya, termasuk energi terbarukan. Hal ini menunjukkan peran strategis gas dalam mendukung sistem kelistrikan nasional.

Lebih lanjut, Bapak Femi menekankan bahwa pembangkit gas akan tetap menjadi tulang punggung transisi energi di Indonesia, setidaknya dalam jangka pendek dan menengah. Namun, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang perlu diatasi, mulai dari ketentuan kontrak PPA di dalam negeri hingga kelangkaan turbin gas secara global akibat meningkatnya permintaan, terutama dari Amerika Serikat dan Timur Tengah.
Sebagai penutup, Bapak Femi menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan pengembangan pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia.


